Oleh: ayatayathidayah | November 17, 2008

Keajaiban Matematis Alquran

الله اللذى أنزل الكتاب بالحقّ والميزان … [الشورى: 17]
والسماء رفعها ووضع الميزان .[الرحمن: 7]
لقد ارسلنا رسلنا بالبيّنات وانزلنا معهم الكتاب والميزان …[الرحمن: 7]
ليعلم ان قد ابلغوا رسلت ربّهم واحاط بمالديهم واحصى كلّ شىء عددا .[الجن: 28]

Sejarah Penemuan Rahasia Bilangan al-Qur’an
Rasyad Khalîfah, seorang warga Amerika berkebangsaan Mesir, adalah orang yang mula-mula menemukan rahasia keteraturan bilangan dalam al-Qur’an. Bermula dari niatnya menerjemahkan al-Qur’an ke dalam bahasa Inggris pada 1968, pakar biokimia ini penasaran untuk menemukan penjelasan yang memuaskan mengenai makna huruf-huruf inisial misterius (ahruf muqâtha’at) di awal 29 surah al-Qur’an. Mulailah ia melakukan penyelidikan dengan menempatkan teks surat-surat tersebut dalam sebuah komputer dengan harapan bisa menemukan suatu pola matematis yang bisa menjelaskan arti huruf-huruf inisial itu. Ia mulai dari huruf Qâf, Shâd, dan Nûn.
Usai mengumpulkan data-data hitungan, segera ia dikejutkan dengan fakta-fakta bilangan yang habis dibagi 19. Huruf Qâf yang terdapat di awal Surah al-Syûrâ dan Surah Qâf, ditemukannya terulang 57 (19 x 3) kali di masing-masing surat tersebut. Dengan demikian, jumlah total huruf Qâf dalam kedua surat itu adalah 114 (19 x 6), sama dengan jumlah surah dalam al-Qur’an.
Surat al-Syûrâ yang merupakan surat ke-42 memiliki 53 ayat. Bila kedua bilangan ini ditambahkan, hasilnya adalah 95 (19 x 5). Sementara Surah Qâf merupakan surat ke-50 dan memiliki 45 ayat. 50 + 45 hasilnya juga 95.
Huruf Shâd yang berada di awal Surah al-A‘râf, Surah Maryam, dan Surah Shâd; ditemukan berjumlah total 152 (19 x 8) dalam ketiga surat tersebut. Sedangkan huruf Nûn yang mengawali Surah al-Qalam, ditemukan sebanyak 133 (19 x 7).
Dari sini, Rasyad Khalîfah semakin tertarik untuk memecahkan misteri huruf-huruf fawatih al-suwar yang lain. Setelah meneliti dalam beberapa tahun, imam Masjid Tucson ini akhirnya mempublikasikan hasil risetnya dalam Miracle of the Quran: Significance of the Mysterious Alphabets pada tahun 1973. Sampai sini, ia belum menyebut angka 19 sebagai angka kunci untuk keseluruhan al-Qur’an. Baru pada Januari 1974, ia memperkenalkan angka 19 sebagai common denominator tidak saja untuk huruf-huruf muqatha`ah tapi juga seluruh al-Qur’an.
Penemuan Rasyad Khalîfah tidak banyak mendapat sambutan di negerinya sendiri, tetapi di Timur Tengah, tanggapan ramai bermunculan. Banyak yang mendukungnya, namun tak sedikit pula yang mengkritik atau meragukan kebenaran penemuan tersebut, atau bahkan mengatakannya sebagai mengada-ada dan lucu. Ulama yang awalnya mendukung pun, berubah menjadi tidak mendukung setelah mengetahui bahwa Rasyad Khalîfah menolak hadis dan sunah, serta menolak ayat 128-129 dari Surah al-Tawbah. Sebagian ulama mengatakannya sebagai penganut aliran Baha’i. Sebagian yang lain mengatakan bahwa menghitung-hitung bilangan al-Qur’an itu adalah pengaruh tradisi Yahudi yang dikenal orang Arab sebagai hisâb al-jummâl. Sebagian lagi mencoba secara ilmiah mengkritisi, seperti Muhammad Shidqî Bayk yang mengkritik metode Rasyad Khalîfah dalam penghitungan huruf mudha‘‘af dan basmalah.
Kendati begitu, usaha-usaha menemukan rahasia angka 19 yang lain dalam al-Qur’an terus dilakukan –bahkan sampai sekarang, terutama oleh orang-orang di Masjid Tucson, Amerika. Penemuan-penemuan dari penyelidikan lanjutan ini sebagiannya telah dipublikasikan Rasyad Khalîfah dalam bukunya, The Computer Speaks: God’s Message to the World (1981) dan Qur’an: Visual Presentation of the Miracle (1982).
Akan tetapi, tampaknya al-Qur’an tidak hanya diatur oleh angka 19. Di sana terdapat rahasia lain menyangkut bilangan-bilangan dalam al-Qur’an. Pada tahun 1975, ‘Abd al-Razzâq Nawfal menulis al-I‘jâz al-‘Adadî li al-Qur’ân al-Karîm yang mengungkap keseimbangan-keseimbangan redaksi al-Qur’an. Mulanya, ‘Abd al-Razzâq Nawfal menemukan penyebutan yang seimbang (dalam al-Qur’an) antara kata dunyâ dan âkhirah, serta kata malâ’ikah dan syayâthîn. Dari sini, ia berkeyakinan bahwa masih terdapat banyak keseimbangan redaksi yang lain dalam al-Qur’an.
Tak lama setelah Nawfal, Abû Zahra’ al-Najdî, dosen filsafat di Syiria, menerbitkan bukunya Min al-I‘jâz al-Balâghî wa al-‘Adadî li al-Qur’ân. Al-Najdî mengungkap keunikan-keunikan bilangan redaksi al-Qur’an yang banyak sesuai dengan kenyataan atau ajarannya. Sebelum al-Najdî, ‘Alî Hilmî Mûsâ, fisikawan di Kuwait, juga telah melakukan banyak penghitungan kata-kata al-Qur’an dan menciptakan kalkulator elektronik untuk keperluan penghitungan tersebut. Hanya saja, kerja kerasnya tidak banyak menemukan keunikan-keunikan dalam redaksi al-Qur’an.
Akhirnya, nama lain yang bisa disinggung adalah Rosman Lubis, seorang Indonesia, yang mengeluarkan buku Keajaiban Angka 11 dalam al-Qur’an pada tahun 2001. Penemuan Lubis bermula dari keyakinannya bahwa bilangan 19 memiliki pasangan–karena Allah menjadikan ciptaan-Nya berpasang-pasangan–dan pasangannya adalah angka 11. [Keajaiban-keajaiban angka lain, seperti angka 29, 57, 114, dan 319, telah pula ditemukan oleh Abdullah Jalghoum misalnya yang tertuang dalam bukunya, Mu’jizat Tartib Suwar wa Ayat al-Qur’an, yang terbit tahun 2005].

Macam-macam Keajaiban Bilangan al-Qur’an
Keajaiban bilangan dalam al-Qur’an yang telah ditemukan bisa dikelompokkan dalam enam bagian. Berikut ini adalah keenam bagian tersebut disertai dengan beberapa contohnya.

1. Keajaiban Angka 19
عليها تسعة عشر.[المدّ ثر: .3]
– Keajaiban pada Basmalah
• Basmalah terdiri dari 19 huruf.
• Jumlah Basmalah dalam al-Qur’an adalah 114 = 19 x 6. Basmalah tidak menjadi pembuka surat 9. Tetapi, bila dihitung dari surat ini, kita akan menemukan Basmalah tersebut dua kali, tepat 19 surat kemudian, yakni pada surat 27, pada ayat 30. Nomor surat dan ayat ini bila dijumlahkan; 27 + 30 = 57 = 19 x 3. Dan, bila nomor surat, mulai dari surat 9 hingga surat 27, dijumlahkan; maka total dari (9 + 10 + 11 +…+27) adalah 342 = 19 x 18. Dan, bila dihitung kata-kata mulai dari Basmalah pada surat 27 sampai Basmalahnya yang kedua (ayat 30), maka jumlahnya adalah juga 342.
• Jumlah masing-masing kata pada Basmalah dalam al-Qur’an, dapat dibagi dengan angka 19. Kata ism terulang 19 (19 x 1) kali. Kata Allah disebut 2698 (19 x 142) kali. Kata al-Rahmân terulang 57 (19 x 3) kali. Kata al-Rahîm disebut 114 (19 x 6) kali.
• Kata bi ismi Allâh (saja) terulang dalam 3 ayat; 1:1, 11:41, dan 27:30. Bila angka-angka ini dijumlahkan; 3 + 1 + 1 + 11 + 41 + 27 + 30 = 114 (19 x 6).
• Basmalah terdiri dari 4 kata, 19 huruf dengan total nilai gematris 786. Bila angka-angka ini dikalikan, maka: 4.19.786 = 19 x 22094.
• Dan masih puluhan lagi fakta keajaiban Basmalah yang telah ditemukan.

– Keajaiban pada Surat al-‘Alaq
• Surat al-‘Alaq yang merupakan surat yang pertama kali turun, terdiri dari 19 ayat.
• 5 ayat yang turun pertama kali, memiliki 19 kata dan 76 (19 x 4) huruf.
• Surat al-‘Alaq adalah surat ke-19, bila dihitung dari belakang.
• Surat ini memiliki 304 huruf, atau 19 x 16.

– Keajaiban pada Ahruf Muqâtha‘ah dan Surat yang Diawalinya
• Jumlah total ayat dalam 29 surat yang berinisial adalah 5263 = 19 x 277.
• Dari surat pertama yang diawali huruf inisial (al-Baqarah), sampai surat terakhir yang diawali huruf inisial (al-Qalam), terdapat 38 (19 x 2) surat yang tidak diawali huruf inisial.
• Dalam grup surat ini, kata Allâh terulang 2641 kali, atau 19 x 139.
• Jumlah huruf yâ’ dan sîn dalam Surat Yâsîn adalah 285 = 19 x 15.
• Jumlah huruf hâ’ dan mîm dalam 7 surat yang diawali hâmîm adalah 2147 = 19 x 113.
• Jumlah huruf ‘ayn, sîn, dan qâf dalam surat (42) yang ayat keduanya berbunyi ‘aîn-sîn-qâf, adalah 209 = 19 x 11.
• Total huruf qâf dalam ayat-ayat ke-19 adalah 76 = 19 x 4.
• 14 huruf membentuk 14 kombinasi inisial-inisial al-Qur’an dan mengawali 29 surat. bila angka-angka ini ditambahkan; 14 + 14 + 19 = 57 = 19 x 3.

– Keajaiban Angka 19 yang lain
• Surat yang terdapat dalam al-Qur’an berjumlah 114 = 19 x 6.
• Total ayat dalam al-Qur’an adalah 6346 = 19 x 334. Dan 6 + 3 + 4 + 6 = 19.
• Bila angka-angka (30 angka) yang disebut al-Qur’an dijumlahkan, totalnya adalah 162146 = 19 x 8534.
• Bila nomor ayat-ayat yang memuat kata Allâh dijumlahkan, hasilnya 118123 = 19 x 6217.
• Kata wâhid yang menunjuk pada keesaan Tuhan terulang 19 kali.
• Kata qur’ân tersebar dalam 38 surat, atau 19 x 2. Dan, kata al-Qur’ân (tanpa derivatnya) terulang 57 kali, atau 19 x 3. Al-Qur’ân dalam surat Qâf disifati sebagai majîd, dan kata majîd memiliki nilai gematris 57 (19 x 3); mim (40) + jim (3) + yâ’ (10) + dal (4) = 57.
• Di luar surat yang diawali huruf inisial, jika nomor surat dan nomor ayat di mana kata Allâh disebut, maka totalnya adalah 2432 = 19 x 128.
• Kata ‘adad dan turunannya terulang 57 kali, atau 19 x 3. Kata ini sendiri memiliki nilai numerik 74, sama dengan nomor surat di mana bilangan 19 disebutkan.

2. Keajaiban Angka 12

ولقد أخذ الله ميثاق بني إسرائيل وبعثنا منهم اثني عشر نقيبا …[المائدة: 12]

Bilangan 12 merupakan jumlah (masing-masing) dari banyak kata dalam al-Qur’an, seperti: kata imâm dan turunannya, kata khalîfah dan turunan isimnya (yang digunakan untuk memuji), kata washiyyah dan turunannya, kata syahâdah dan turunannya, ungkapan hum al-muflihûn, ungkapan ashhâb al-jannah, kata ishthafâ dan turunannya, kata ya‘shimu dan turunannya, kata âli yang disandarkan pada orang-orang terpuji, kata mâlik dalam pengertian penguasa, kata ‘âmil dalam bentuk tunggal dan jamak, kata ijtabâ dan turunannya, kata al-birr dan turunannya, kata syî‘ah dan turunannya, kata najm dan nujûm, serta kata ruhbân berikut turunannya.

3. Keajaiban Angka 11

إذ قال يوسف لأبيه يا أبت إنّي رأيت أحد عشر كوكبا والشمس والقمر رأيتهم لي ساجدين …[يوسف: 4]
 Jumlah nilai numerik dari kata Allâh adalah 66 = 11 x 6.
 Jumlah nilai numerik dari kata iqra’ adalah 363 = 11 x 33.
 Jumlah nilai numerik dari kata ahada asyar sendiri adalah 583 = 11 x 53.

Nomor Surat Surat dengan Nama Nabi Jumlah Ayat Total Nomor Surat + Jumlah Ayat
10 Yûnus 109 119
11 Hûd 123 134
12 Yûsuf 111 123
14 Ibrâhîm 52 66
21 al-Anbiyâ’ 112 133
47 Muhammad 38 85
71 Nûh 28 99
186 * 573 759 = 11 x 69

Nomor Surat Surat dengan Nama Manusia Teladan Jumlah Ayat Total Nomor Surat + Jumlah Ayat
3 Âlu ‘Imrân 200 203
19 Maryam 98 117
31 Luqmân 34 65
53 * 332 385 = 11 x 69

Nomor Surat Surat dengan Nama Benda Langit Tunggal Jumlah Ayat Total Nomor Surat + Jumlah Ayat
53 al-Najm 62 115
54 al-Qamar 55 109
91 al-Syams 15 106
198 = 11 x 18 * 132 = 11 x 12 330 = 11 x 30

Contoh-contoh selengkapnya mengenai keajaiban angka 11, lihat buku Rosman Lubis. Kebanyakan di antaranya memang berkaitan dengan nilai numerik, serta total nomor surat dan nomor ayat.

4. Keajaiban Angka 7
الذي خلق سبع سماوات طباقا ما ترى في خلق الرحمن من تفاوت فارجع البصر هل ترى من فطور…[الملك: 3]

Bilangan 7 merupakan jumlah kata-kata al-Qur’an seperti: kata thawâf (yang terpuji) dan turunannya, kata qiblah dan turunannya, kata ‘araja dan turunannya, kata shaff dan turunannya.
Berita al-Qur’an bahwa al-samâwât berjumlah 7, juga disebutkan sebanyak 7 kali. Penciptaan langit dan bumi dalam enam masa, juga diberitakan 7 kali. Bilangan 7 juga merupakan jumlah surat pembuka, al-Fâtihah, dan banyak dipakai dalam ungkapan-ungkapan al-Qur’an seperti sab‘an min al-matsânî, sab‘a sanâbil, sab‘at abhur, dan sab‘at abwâb. Kalimat tauhid pun, lâ ilâha illâ Allâh, Muhammad Rasûl Allâh, terdiri dari 7 kata. Al-Qur’an menyebut 7 nama surga dan 7 nama neraka. Al-Qur’an juga mengkisahkan 7 orang terpuji (selain nabi) dan 7 orang tercela.

Nomor Urut Urutan Surat Surat dengan Nama Manusia Jumlah Ayat
1 3 Âlu ‘Imrân 200
2 10 Yûnus 109
3 11 Hûd 123
4 12 Yûsuf 111
5 14 Ibrâhîm 52
6 19 Maryam 98
7 31 Luqmân 34
8 47 Muhammad 38
9 71 Nûh 28
10 111 al-Lahab 5
Jumlah 329 = 7 x 47 Jumlah 798 = 7 x 114

Nomor Urut Nomor Surat Surat yang Memiliki Ayat Sajadah Nomor Ayat Sajadah
1 7 al-A‘râf 206
2 13 al-Ra‘d 15
3 16 al-Nahl 50
4 17 al-Isra’ 109
5 19 Maryam 58
6 22 al-Hajj 18
7 25 al-Furqân 60
8 27 al-Naml 26
9 32 al-Sajdah 15
10 38 Shâd 24
11 41 Fushshilat 38
12 53 al-Najm 62
13 84 al-Insyiqâq 21
14 96 al-‘Alaq 19
Jumlah: 104
(7 x 15) 490
(7 x 70) 721
(7 x 103)

5. Keseimbangan Jumlah Redaksi
– Keseimbangan Jumlah Suatu Kata (+ Musytaq/Derivatnya) dengan Antonimnya

Kata Lawan Kata Jumlah masing-masing dalam al-Qur’an
al-nâs + mutaradif al-rusul 368
qâlû (yang dinisbatkan pada makhluk) qul (yang dinisbatkan pada Khaliq) 332
al-shâlihât al-sayyi’ât 167
al-hayâh al-mawt 145
al-dunyâ al-âkhirah 115
al-malâ’ikah + mutaradif al-syayâthîn +mutaradif 88
syukr al-mushîbah 75
al-naf‘ al-fasâd 50
rajul imra’ah 24
al-îmân al-kufr 17
al-thuma’nînah al-dhayyiq 13
[isti‘âdzah] iblîs [tanpa musytaq] 11
îmân kufr 8
al-rahbah al-raghbah 8
al-harr al-bard 4

– Keseimbangan Jumlah Suatu Kata (+ Musytaq/Derivatnya) dengan Sinonim atau Makna yang Dikandungnya

Kata Sinonim/Makna yang Dikandung Jumlah masing-masing dalam al-Qur’an
al-bashar + al-bashîrah al-qalb + al-fu’âd 148
al-dîn al-masâjid 92
al-mahabbah al-thâ‘ah 83
al-hudâ al-rahmah 79
al-qur’ân, al-wahy al-islâm 70
al-sihr al-fitnah 60
al-‘aql al-nûr 49
al-ba‘ts al-shirâth 45
al-muslimûn al-jihâd 41
al-thuhr al-ikhlâsh 31
al-‘ujb al-ghurûr 27
al-jahîm al-‘iqab 26
al-syajr al-nabât 26
al-birr al-tsawâb 20
al-dhâllûn al-mawtâ 17
al-jahr al-‘alâniyyah 16
al-harts al-zirâ‘ah 14
Muhammad al-sirâj 4
al-malakût rûh al-quds 4

– Keseimbangan Jumlah Dua Kata (+ Musytaq/Derivatnya) yang Menunjukkan Hubungan Sebab-Akibat

Kata Sebab Kata Akibat Jumlah masing-masing dalam al-Qur’an
al-kâfirûn al-nâr 154
al-infâq al-ridhâ 73
al- thayyibât al-salâm 50
al-lisân al-maw‘izhah 25
al-sur‘ah al-isrâf 23
al-zakâh al-barakah 32
al-fâhisyah al-ghadhb 26
al-bukhl al-hasrah 12
al-harb al-asrâ 6

– Keseimbangan Jumlah Suatu Kata (+Musytaq/Derivatnya) dengan Gabungan Jumlah Dua atau Tiga Kata yang Berkaitan Maknanya

Kata Kata Berkaitan Makna Jumlah dalam al-Qur’an
al-îmân al-‘ilm + al-ma‘rifah 711
al-âyah al-nâs + al-malâ’ikah + al-‘âlamîn 382
al-qur’ân al-nûr (tanpa derivat) + al-hikmah (tanpa derivat) + al-tanzîl (tanpa derivat) 68

– Kelipatan Jumlah Suatu Kata (+Mustyaq/Derivatnya) dari Jumlah Kata yang Berkaitan Maknanya

Kata Kata Berkaitan Makna Jumlah dalam al-Qur’an
al-jazâ’ al-maghfirah 117 : 234
al-dhalâlah al-âyah 191 : 282

6. Kesesuaian dengan Keadaan atau Kenyataan Tertentu
 Kata al-sâ‘ah yang didahului harf disebut 24 kali, sebanyak hitungan jam dalam sehari.
 Kata yawm dalam bentuk tunggal disebut 365 kali, sebanyak jumlah hari dalam tahun syamsiyyah.
 Kata yawm dalam bentuk mutsanna (yawmayn) dan jamak (ayyâm) disebut 30 kali, sebanyak jumlah hari dalam sebulan.
 Kata syahr dan asyhur disebut 12 kali, sebanyak jumlah bulan dalam setahun.
 Kata sujûd beserta derivatnya (yang dinisbatkan pada makhluk yang berakal) diulang 34 kali, sebanyak jumlah sujud dalam 17 rakaat salat.
 Kata aqim atau aqîmû yang diikuti kata shalât disebut 17 kali, sama dengan jumlah rakaat salat fardu.
 Kata faradha berikut turunan katanya (dalam pengertian kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan) disebut sebanyak 17 kali, juga sama dengan jumlah rakaat salat fardu.
 Kata qashr berikut turunan katanya disebut 11 kali, sama dengan jumlah rakaat salat fardu apabila diqasar.
 Kata ghusl beserta derivatnya terulang 3 kali, sama dengan jumlah anggota badan yang dibasuh dalam wuduk, yakni muka, tangan kanan, dan tangan kiri.
 Kata imsahû juga terulang 3 kali, sama dengan jumlah anggota badan yang diusap dalam wuduk, yakni kepala, kaki kanan, dan kaki kiri.
 Kata ‘azm disebut sebanyak 5 kali, sama dengan jumlah rasul yang termasuk ûlû al-‘azm.
 Kata-kata yang menunjuk utusan Allah, baik rasûl, nabî, basyîr ataupun nadzîr keseluruhannya berjumlah 518, sama dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi dan rasul.
 Kata barr disebut 12 kali, sedangkan kata bahr 40 kali. 12:40 adalah sama dengan perbandingan antara luas daratan dan lautan di bumi.
 Al-Mu’min: 15 menyebut kata rafî‘` al-darajât, sedangkan kata rafî‘` memiliki nilai numerik 360.

Catatan-catatan dalam Penentuan Keajaiban Bilangan al-Qur’an: Indikasi Unsur “Pemaksaan”?
• Rasyad Khalîfah tidak menghitung dua ayat terakhir Surat al-Tawbah karena menilainya bukan sebagai bagian dari al-Qur’an, dan bila dihitung, terbukti akan merusak keajaiban angka 19.
• Rasyad Khalîfah tidak menghitung huruf bertasydid sebagai dua huruf
• Rasyad Khalîfah kadang menghitung seluruh basmalah (misalnya ketika menyatakan jumlah ayat al-Qur’an adalah 6346) dan kadang hanya menghitung yang bernomor saja (merupakan ayat).
• Rasyad Khalîfah menghitung Nûn di awal al-Qalam, sebagai 2 nun.
• Keajaiban angka 11, menentukan bentuk keajaibannya juga berlaku pada angka-angka seperti ini: 74; 7 + 4 =11, 29; 2 + 9 = 11.
• Surat al-Mulk/67: 3 yang menyinggung angka 7, dijumlahkan nomor surat dan ayatnya, menjadi 6 + 7 + 3 =16 = 1+ 6 = 7, lalu juga dikatakan sebagai bukti keajaiban angka 7.

Penafsiran Berdasarkan Angka-angka al-Qur’an: Cenderung “Memaksakan”?
 Rasyad Khalîfah menafsirkan al-Qamar: 1, terjadi pada tahun 1969, ketika manusia menginjakkan kaki di bulan.
 Ia juga meyakini bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2280 M/1710 H berdasarkan penafsiran terhadap beberapa ayat yang berbicara mengenai kehancuran bumi dan kemukjizatan al-Qur’an, serta berdasar penghitungannya terhadap nilai numerik 14 ahruf muqâtha‘ah dan selisih kelahiran Nabi ‘Îsâ dengan Nabi Muhammad.
• Al-Muddatstsir yang menyinggung angka 19, yang awalnya diartikan “orang yang berselimut”, kini diartikan the hidden secret (rahasia yang tersembunyi) karena di dalamnya terdapat angka kunci rahasia bilangan al-Qur’an
• Kata Muhammad terulang 4 kali, berarti sama dengan penyebutan namanya pada iqamat (2 kali), tasyahud awal (sekali), dan tasyahud akhir (sekali) : mengapa penyebutan nama Muhammad dalam azan dan salawat, tidak dihitung?

Keajaiban Matematis al-Qur’an: Sebuah Bentuk Kemukjizatan?
Musthafâ Mahmûd, mengenai keajaiban bilangan al-Qur’an berkata, “apakah semuanya itu hanya kebetulan saja?…Hukum kemungkinan sendiri tidak dapat membenarkan terjadinya hal yang kebetulan secara berulang-ulang dan beruntun. Semua kejadian yang berulang-ulang dan beruntun tentu sudah diatur dan mempunyai maksud”.

Keajaiban Matematis al-Qur’an: Bukti Keotentikan al-Qur’an?
– bukti kalam Allah
– bukti peran “tangan-tangan” Tuhan dalam pemeliharaan al-Qur’an
– keajaiban ditidakbolehkannya basmalah di awal al-Tawbah dan keajaiban lafaz bakkah

Keajaiban Matematis al-Qur’an: Bukti Keotentikan Rasm Utsmani?

– bantahan untuk para orientalis yang mengatakan bahwa terdapat “penggelapan” dalam proses penulisan al-Qur’an dan pemberangusan “sab‘at ahruf”.

Keajaiban Matematis al-Qur’an: Menegaskan Ke-Arab-an al-Qur’an?

Jumlah Bilangan dalam al-Qur’an: Bisakah Menjadi Hujjah?
Telah kita ketahui keajaiban bilangan dalam al-Qur’an. Ternyata, di sana terdapat rumus-rumus tertentu yang begitu canggih yang mengatur komposisi kata, ayat, ataupun surat dalam al-Qur’an. Akan tetapi, dari sini kita bisa mengemukakan suatu pertanyaan yang cukup menarik, apakah jumlah suatu kata dalam al-Qur’an bisa menjadi hujjah, dalil, atau bahkan sumber hukum–layaknya al-Qur’an, sunnah, ijma’ sahabat, dan qiyas?
– Kehujjahan dalam Persoalan mengenai al-Qur’an
Rasyad Khalîfah bisa sampai begitu yakin bahwa ayat 128-129 Surat al-Tawbah bukanlah bagian dari al-Qur’an karena, menurut riwayat, ayat ini hanya didapati Zayd ibn Tsâbit dari mushaf pribadinya Abû Khuzaymah al-Anshârî; dan karena setelah Rasyad Khalîfah dan para rekannya mencoba memasukkannya dalam hitungan, dua ayat ini merusak keseimbangan angka 19 dalam al-Qur’an. Nah, apakah kita harus menyerahkan otoritas pengabsahan suatu mushaf kepada rumus ini?
– Kehujjahan dalam Persoalan Aqidah
 Kata syî‘ah terulang 12 kali, bukti kebenaran syiah??
 Kata firqah terulang 72 kali, sama dengan firqah yang masuk neraka??
 kata sulthân beserta derivatnya dan nifâq beserta derivatnya = 37, bukti kebenaran syiah yang menganggap bahwa musuh para imam adalah 37 penguasa yang lalim.
– Kehujjahan dalam Persoalan Fiqh
 Kata shalawât disebut 5 kali, sebanyak jumlah salat wajib dalam sehari.

—makalah tak selesai! ya, belum selesai sejak dipresentasikan di kelas alm. Nadjid Muchtar tahun 2001 (kalau tak salah).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: